Abstrak: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tingginya beban kasus dan keterlambatan penemuan akibat rendahnya pengetahuan dan stigma. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam deteksi dini TBC melalui program Kelurahan Peduli TBC. Mitra kegiatan adalah dua kelurahan di Surakarta, Puskesmas Gajahan dan Gambirsari, mahasiswa dengan sasaran 75 peserta yang terdiri dari kader kesehatan, PKK, tokoh masyarakat. Metode kegiatan, meliputi sosialisasi, ceramah edukatif, diskusi interaktif, pelatihan kader, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan, serta observasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, antara lain pemahaman gejala TBC meningkat dari 94,7% menjadi 100%, kelompok berisiko dari 70,7% menjadi 78,7%, dan komunikasi hasil skrining dari 50,7% menjadi 100%. Kemampuan kader juga meningkat hingga 93,3% pada identifikasi gejala dan 90,7% pada komunikasi hasil skrining. Disarankan kegiatan dilakukan berkelanjutan melalui penguatan pelatihan rutin, pendampingan lapangan, serta perluasan jejaring komunitas untuk mempertahankan dan meningkatkan kapasitas kader.Abstract: Tuberculosis (TBC) remains a public health problem, characterised by a high caseload and delayed diagnosis due to a lack of knowledge and stigma. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of community health workers in the early detection of TBC through the ‘Kelurahan Peduli TBC’ programme. The partners in this activity were two neighbourhoods in Surakarta, the Gajahan and Gambirsari Community Health Centres, and university students, with a target of 75 participants comprising community health workers, PKK members, and community leaders. The methods used included awareness-raising sessions, educational lectures, interactive discussions, training for community health workers, and mentoring. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with a 10-question questionnaire, as well as observation. The results showed an increase in the cadres’ knowledge, including an improvement in understanding of TB symptoms from 94.7% to 100%, knowledge of at-risk groups from 70.7% to 78.7%, and communication of screening results from 50.7% to 100%. The volunteers’ skills also improved to 93.3% in symptom identification and 90.7% in communicating screening results. It is recommended that the activities be continued through the strengthening of routine training, field mentoring, and the expansion of community networks to maintain and enhance the volunteers’ capacity.
Copyrights © 2026