Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) solar merupakan salah satu kondisi ekonomi yang dihadapi nelayan karena BBM menjadi komponen penting dalam aktivitas penangkapan ikan. Perubahan harga BBM sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi rumah tangga nelayan dan keberlanjutan penghidupan mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara fluktuasi harga BBM (solar) dan sustainable livelihood nelayan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 30 nelayan aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang mengukur persepsi nelayan mengenai fluktuasi harga BBM dan kondisi sustainable livelihood berdasarkan lima dimensi Sustainable Livelihood Framework (SLF), yaitu financial capital, human capital, physical capital, social capital, dan natural capital. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial capital memiliki skor rata-rata terendah (2,41), sedangkan social capital memiliki skor rata-rata tertinggi (3,76). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara fluktuasi harga BBM dan sustainable livelihood nelayan (rs = -0,83; p = 0,036). Temuan ini mengindikasikan bahwa nelayan yang merasakan tekanan ekonomi yang lebih tinggi terkait perubahan harga BBM cenderung memiliki kondisi sustainable livelihood yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara fluktuasi harga BBM dan keberlanjutan penghidupan nelayan melalui pendekatan Sustainable Livelihood Framework.
Copyrights © 2026