Pantai Karang Bolong yang terletak di sisi timur Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, memiliki karakteristik pesisir unik dengan substrat campuran berupa batuan, pasir, dan pecahan karang yang mendukung pertumbuhan makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga dan epifauna serta mengevaluasi hubungan ekologis di antara keduanya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode transek kuadrat pada zona intertidal, dilanjutkan dengan identifikasi morfologi untuk mengetahui komposisi spesies dan kelimpahan organisme. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 genus makroalga dari tiga divisi utama, yaitu Chlorophyta, Phaeophyceae, dan Rhodophyta dengan total kelimpahan 435 individu per liter dan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H′) sebesar 1,094. Komunitas epifauna terdiri dari 21 genus dari 13 famili dengan total kelimpahan 71 individu per meter persegi dan nilai H′ sebesar 2,07. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara kelimpahan makroalga dan epifauna (r = 0,98), mengindikasikan bahwa kompleksitas struktur yang disediakan oleh makroalga berperan penting dalam mendukung keanekaragaman dan kelimpahan epifauna. Parameter lingkungan seperti salinitas (30‰) dan pH (6) berada dalam kisaran optimal bagi organisme laut tropis. Temuan ini menegaskan bahwa makroalga berfungsi tidak hanya sebagai produsen primer, tetapi juga sebagai penyedia habitat dan indikator ekologis penting dalam ekosistem pesisir.Kata kunci: ekosistem pesisir, epifauna, Karang Bolong, makroalga, Nusakambangan.
Copyrights © 2026