Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variabel makroekonomi yang meliputi inflasi, nilai tukar, Produk Domestik Bruto (PDB), dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap pertumbuhan sukuk korporasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) karena data bersifat time series, tidak stasioner pada level, tetapi memiliki kointegrasi. Keunggulan metode ini adalah memungkinkan dilakukan analisis mendalam mengenai dampak shock pada satu variabel terhadap variabel lain melalui Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data bulanan periode Januari 2019–Desember 2024 (72 observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara jangka panjang nilai tukar dan PDB berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sukuk korporasi, sedangkan inflasi dan JUB tidak signifikan. Dalam jangka pendek, Error Correction Term (ECT) signifikan dengan nilai koreksi sebesar 84,7%, yang berarti terdapat mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Uji Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) menegaskan bahwa variabel nilai tukar memberi kontribusi terbesar terhadap fluktuasi pertumbuhan sukuk korporasi. Temuan ini menegaskan pentingnya stabilitas makroekonomi dalam mendorong perkembangan pasar sukuk korporasi.
Copyrights © 2026