Pada Triwulan IV tahun 2023, angka terlambatnya pengembalian rekam medis rawat inap di Puskesmas Pesanggaran mencapai 72,9%. Masalah ini disebabkan oleh penundaan pekerjaan oleh petugas, yang mengakibatkan penumpukan rekam medis dan memperlambat proses kembalinya rekam medis rawat inap di unit rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi perbaikan guna mengatasi keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Action Research melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan brainstorming. Subjek penelitian meliputi kepala Puskesmas, tiga petugas rekam medis, tiga dokter penanggung jawab, dan tiga perawat rawat inap. Prioritas masalah ditentukan dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab keterlambatan adalah tidak adanya SOP yang mengatur pengembalian rekam medis rawat inap, tidak adanya tracer, dan belum diterapkannya buku ekspedisi. Berdasarkan temuan ini, strategi perbaikan yang disarankan meliputi penyusunan SOP pengembalian rekam medis rawat inap , sosialisasi dan distribusi SOP, desain dan implementasi tracer, serta penerapan buku ekspedisi.
Copyrights © 2026