Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh adanya anomali struktural tata niaga komoditas rajungan di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, di mana distribusi ekspor dikendalikan oleh tengkulak transit luar daerah akibat kesenjangan informasi dan literasi digital bisnis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wirausaha global, pemahaman teknis dokumen legalitas ekspor mandiri, serta penguasaan strategi digital marketing bagi pelaku UKM dan pembudidaya lokal. Metode pelaksanaan program dilakukan secara tatap muka (offline) melalui alur solusi tiga tahap yang sistematis, meliputi sesi Awareness pasar global, edukasi pemanfaatan digital tools marketing (Alibaba.com dan SeafoodSource), serta pelatihan prosedur administratif dan simulasi ekspor direct berbasis Incoterms FOB. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dan respons yang proaktif dari masyarakat sasaran. Hal ini dibuktikan secara kuantitatif melalui kehadiran riil 27 orang peserta dari komunitas pesisir setempat, yang berarti melampaui target sasaran awal panitia sebesar 135%. Selain itu, forum diskusi berjalan dinamis dengan adanya 6 orang perwakilan audiens yang mengajukan pertanyaan kritis mendalam terkait kluster teknis budidaya rajungan berkelanjutan serta mekanisme kemitraan lanjutan dengan Universitas Pamulang. Melalui edukasi intensif ini, para peserta kini telah mampu mengetahui, memahami, dan memetakan dengan jelas langkah-langkah prosedural administratif ekspor mandiri untuk menembus pasar internasional. Transformasi mindset ini menjadi modal utama desa dalam memotong rantai perantara eksploitatif demi mewujudkan kedaulatan finansial dan kemandirian ekonomi maritim secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026