Kebijakan pengurangan limbah plastik melalui peningkatan harga di Indonesia menimbulkan beragam persepsi masyarakat, terutama di platform TikTok.Studi ini difokuskan pada pembedahan opini pengguna TikTok terkait kebijakan penyesuaian harga plastik dengan mengimplementasikan metode Naive Bayes, sekaligus mengukur seberapa presisi model tersebut dalam memetakan pandangan publik. Data yang digunakan terdiri dari 398 komentar yang dikumpulkan melalui proses crawling dan pembersihan data, kemudian dianalisis melalui ekstraksi kata kunci dan visualisasi word cloud. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 88,2% dengan AUC 0,885 dan MCC 0,812, menunjukkan performa yang sangat baik dalam memprediksi sentimen. Hasil analisis menunjukkan mayoritas komentar bersifat netral, mencerminkan bahwa masyarakat masih dalam tahap observasi terhadap kebijakan tersebut, namun harga plastik sering dikaitkan dengan kenaikan biaya kebutuhan pokok lain seperti BBM dan minyak goreng. Temuan ini penting untuk pengambil kebijakan agar dapat memahami persepsi masyarakat dan mengarahkan strategi komunikasi serta kebijakan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026