Kesehatan mental remaja menjadi isu penting karena tingginya tekanan akademik yang dapat memengaruhi kondisi psikologis, motivasi belajar, dan prestasi siswa. Observasi awal di SMAN 2 Kendari menunjukkan bahwa siswa mengalami kecemasan menjelang ujian, kesulitan manajemen waktu, serta gejala stres akademik akibat tuntutan prestasi dan persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan mental serta membekali siswa dengan keterampilan dasar dalam mengelola stres akademik secara positif dan adaptif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Oktober 2025 di Aula SMAN 2 Kendari dengan melibatkan 50 siswa perwakilan setiap kelas. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 50,7 pada pre-test menjadi 77,3 pada post-test atau meningkat sebesar 52,5%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek teknik manajemen stres sebesar 61,1%, diikuti pemahaman stres akademik sebesar 54,8%, pengetahuan kesehatan mental sebesar 50,3%, dan kesadaran pentingnya kesehatan mental sebesar 45,9%. Selain itu, sebanyak 90% peserta berada pada kategori pemahaman baik dan sangat baik setelah mengikuti edukasi. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman siswa mengenai kesehatan mental dan kemampuan dasar dalam mengelola stres akademik. Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental dengan pendekatan interaktif efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait kesehatan mental dan stres akademik. Keterlibatan aktif sekolah, guru, dan siswa menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2026