Permasalahan status gizi kurang pada anak di bawah lima tahun masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan deteksi dini secara tepat melalui pengukuran dimensi tubuh manusia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penggunaan alat ukur antropometri melalui edukasi berbasis video di Desa Kampung Beru. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi awal, identifikasi masalah menggunakan analisis kekuatan dan kelemahan, penyusunan media edukasi, pelaksanaan uji awal, pemberian edukasi menggunakan video, serta evaluasi melalui uji akhir. Sasaran kegiatan adalah sembilan belas kader kesehatan yang aktif dalam kegiatan pusat pelayanan terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader setelah intervensi, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 72,35% menjadi 95,4%. Edukasi berbasis video dinilai efektif karena menerapkan prinsip pembelajaran multimedia yang menggabungkan saluran visual dan auditori sehingga memudahkan kader memahami prosedur secara mandiri. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penerapan inovasi digital mampu meningkatkan akurasi deteksi dini masalah gizi di tingkat masyarakat melalui keterlibatan aktif kader posyandu
Copyrights © 2026