Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, sehingga deteksi dini kardiomegali menjadi penting dalam pencegahan komplikasi. Namun, data distribusi nilai Cardiothoracic Ratio (CTR) berdasarkan usia pada populasi lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi CTR berdasarkan kelompok usia, menentukan proporsi kardiomegali pada pasien dewasa di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo dan mengetahui apakah CTR berhubungan dengan usia. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif retrospektif menggunakan 386 radiografi toraks periode Oktober 2025–Januari 2026 dengan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengukuran CTR dilakukan menggunakan RadiAnt DICOM Viewer dengan batas kardiomegali ditetapkan pada CTR >50%. Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat menggunakan korelasi Pearson. Dari hasil perhitungan, rata-rata CTR sebesar 47,58% ± 6,04% (rentang 33,84%–69,51%). Sebanyak 263 (68,1%) sampel memiliki CTR normal, sedangkan 123 (31,9%) menunjukkan kardiomegali. Prevalensi kardiomegali meningkat seiring usia, dari 2,6% pada kelompok usia 18–25 tahun menjadi 42% pada kelompok usia ≥60 tahun, dengan kelompok lansia menyumbang 65,85% dari total kasus. Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara usia dan nilai CTR (r = 0,455; p < 0,05). Nilai CTR meningkat seiring pertambahan usia, dengan prevalensi kardiomegali yang lebih tinggi pada kelompok lansia. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan radiografi toraks pada populasi usia lanjut sebagai bagian dari deteksi dini gangguan kardiovaskular.
Copyrights © 2026