Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, terutama di wilayah pesisir dengan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting pada balita serta hubungan antara asupan gizi, meliputi energi, protein, dan mikronutrien, dengan kejadian stunting di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan data sekunder yang diperoleh dari e-PPGBM. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting mengalami penurunan dari 41,0% pada Januari menjadi 23,1% pada Oktober, namun kembali meningkat menjadi 27,6% pada Desember. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting masih menghadapi berbagai tantangan yang bersifat kompleks dan berkelanjutan. Faktor penyebab stunting meliputi rendahnya asupan gizi, penyakit infeksi berulang, lemahnya ketahanan pangan rumah tangga, pola asuh yang kurang optimal, sanitasi lingkungan yang belum memadai, rendahnya tingkat pendidikan ibu, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, dan mikronutrien dengan kejadian stunting, di mana kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan linier anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan stunting yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor terkait.
Copyrights © 2026