Sirosis hati merupakan penyakit hati kronis yang menyebabkan perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik obat sehingga meningkatkan risiko terjadinya drug-related problems (DRP). Kondisi ini diperburuk oleh polifarmasi, penggunaan obat berisiko tinggi, serta kompleksitas terapi pada pasien sirosis. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau jenis DRP yang paling sering terjadi pada pasien sirosis hati, faktor penyebab, dampak klinis, serta peran farmasis klinik dalam pencegahan dan penanganannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber data berupa jurnal nasional dan internasional, buku teks, serta publikasi ilmiah lain yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait sirosis hati dan DRP. Hasil kajian menunjukkan bahwa DRP yang dominan meliputi ketidaktepatan pemilihan obat, kesalahan dosis dan regimen, interaksi obat, adverse drug reactions (ADR), serta ketidakpatuhan penggunaan obat. Obat yang paling sering menimbulkan DRP antara lain proton pump inhibitors (PPIs), benzodiazepin, opioid, NSAID, diuretik, dan antibiotik. Polifarmasi dan penggunaan high-risk medication terbukti meningkatkan risiko toksisitas, hepatic encephalopathy, dan gangguan ginjal akut. Selain itu, keterbatasan pengetahuan prescriber turut berkontribusi terhadap tingginya angka peresepan yang tidak sesuai. Peran farmasis klinik terbukti penting dalam melakukan medication review, edukasi pasien, koreksi dosis, serta identifikasi interaksi obat sehingga mampu menurunkan kejadian DRP dan meningkatkan keamanan terapi pada pasien sirosis hati.
Copyrights © 2026