Pelanggaran akademik dalam bentuk academic dishonesty atau ketidakjujuran akademik dapat berupa perilaku menyontek maupun plagiarisme. Perilaku menyontek merupakan tindakan tidak jujur yang dilakukan untuk memperoleh nilai akademik yang tinggi tanpa melalui proses pembelajaran yang baik dan benar. Fenomena ini masih sering ditemukan pada mahasiswa perguruan tinggi, termasuk mahasiswa kedokteran yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku menyontek adalah rendahnya self-efficacy. Mahasiswa dengan tingkat self-efficacy rendah cenderung kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki dalam menyelesaikan tugas akademik sehingga lebih mudah melakukan tindakan menyontek sebagai bentuk jalan pintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 232 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat self-efficacy dan kuesioner perilaku menyontek yang telah disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan bersifat negatif antara self-efficacy dengan perilaku menyontek pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura dengan nilai p = 0,00 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar -0,539. Semakin tinggi tingkat self-efficacy mahasiswa, maka semakin rendah perilaku menyontek yang dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan integritas akademik mahasiswa.
Copyrights © 2026