Harga diri rendah kronis merupakan masalah psikososial yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri yang berlangsung dalam waktu lama sehingga individu merasa tidak berharga, gagal, malu, dan kurang percaya diri. Kondisi ini dapat menghambat fungsi sosial serta proses pemulihan pasien dengan gangguan jiwa. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi, ditemukan dua pasien dengan harga diri rendah kronis, yaitu Tn. M dan Tn. S, yang menunjukkan perasaan menjadi beban keluarga, merasa tidak berguna, kurang percaya diri, serta cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan terapi okupasi berkebun pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada dua pasien menggunakan instrumen Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Penelitian dilaksanakan selama empat hari, yaitu pada 13–16 Mei 2026, melalui kegiatan menanam dan merawat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor RSES pada Tn. M dari 10 menjadi 23 dan pada Tn. S dari 9 menjadi 22, yang menunjukkan perubahan dari kategori harga diri rendah menjadi normal. Selain itu, pasien tampak lebih percaya diri, aktif berinteraksi, dan mampu mengenali kemampuan positif yang dimiliki. Terapi okupasi berkebun terbukti efektif meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Oleh karena itu, terapi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk mendukung pemulihan psikososial pasien.
Copyrights © 2026