Kekuatan sambungan bambu salah satunya ditentukan oleh jarak ujung alat sambung. Jarak ujung alat sambung sangat penting untuk diperhatikan pada sambungan bambu dengan baut karena bambu yang berbentuk tubular dan mempunyai gaya geser sejajar serat yang rendah. Kendala tersebut dapat diatasi dengan memberi pengisi disekitar lubang sambungan. Namun demikian, efektifitas dari bambu berpengisi yang diberi celah untuk menempatkan pelat buhul pada sambungan perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tarik sambungan bamboo celah berpengisi dengan alat sambung baut pada berbagai variasi jarak ujung dan mengetahui pola kegagalan sambungan. Lima variasi benda uji dibuat dengan jarak ujung masing-masing sebesar 50 mm, 60 mm, 70 mm, 80 mm dan 90 mm. Pengujian benda uji dilakukan pada load frame dan pembebanan diberikan secara bertahap melalui hydaulic jack sampai terjadi kegagalan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tarik sambungan meningkat seiring dengan meningkatnya jarak ujung alat sambung. Kuat tarik maksimum yang dihasilkan pada variasi jarak ujung50 mm, 60 mm, 70 mm, 80 mm dan 90 mm berturut-turut sebesar 1997, 352 Kg, 2124, 36 Kg, 2336, 04 Kg, 2381, 4 Kg, dan 2411, 64 Kg dengan prosentase kenaikan berkisar sebesar 6%, 17%, 19%, dan 21%. Pola kegagalan yang terjadi pada seluruh benda uji relatif sama yaitu baut tertekuk atau patah.
Copyrights © 2018