Penelitian ini menganalisis pola distraksi media dalam pembentukan opini publik pada komunikasi politik Indonesia kontemporer. Masalah utama penelitian berangkat dari kecenderungan ruang publik digital yang bergerak cepat, algoritmik, dan mudah dipenuhi isu tandingan ketika muncul kritik terhadap kekuasaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kritis berbasis studi pustaka dan analisis kasus komparatif, penelitian ini mengkaji tiga episode saliensi isu: kontestasi tagar protes dan narasi optimisme negara, kontroversi etika elite politik yang beririsan dengan isu hukum, serta pemberitaan korupsi sektor energi yang berdekatan dengan isu ekonomi makro. Kerangka analisis memadukan model propaganda Herman dan Chomsky, teori agenda setting, teori framing, computational propaganda, serta ekonomi perhatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distraksi media bekerja melalui empat pola: penggeseran agenda, pengemasan ulang isu, spektakularisasi emosional, dan amplifikasi terkoordinasi oleh aktor digital. Distraksi tidak selalu menghapus isu utama, tetapi menurunkan daya tahan perhatian publik, mengaburkan prioritas demokratis, dan membentuk konsensus semu di ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media kritis, transparansi komunikasi pemerintah, dan audit terhadap jaringan manipulasi opini publik.
Copyrights © 2026