Evaluasi kinerja pengurus LDKS FST menghadapi tantangan subjektivitas dan bias visibilitas akibat ketiadaan standar Key Performance Indicator (KPI). Penelitian ini bertujuan menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menciptakan mekanisme evaluasi yang objektif menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini diimplementasikan terhadap 15 sampel pengurus dengan mengukur empat kriteria utama: kehadiran, penyelesaian jobdesc, inisiatif, dan tingkat indisipliner. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa algoritma SAW mampu menghasilkan perangkingan kinerja secara presisi, di mana dua pengurus terbaik meraih nilai preferensi sempurna sebesar 1,000. Sistem ini terbukti efektif mendekonstruksi bias visibilitas dengan memberikan penalti otomatis pada fungsionaris yang memiliki catatan indisipliner tinggi hingga menyentuh nilai preferensi terendah sebesar 0,718, meskipun fungsionaris tersebut memiliki tingkat kehadiran fisik yang memadai. Implementasi sistem berhasil menggeser orientasi penilaian intuitif menuju keputusan berbasis data yang akuntabel. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam transformasi manajemen sumber daya manusia pada organisasi fungsionaris berbasis kerelawanan dengan mengintegrasikan prinsip etika teknologi dan keadilan proporsional ('adl)
Copyrights © 2026