Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem biaya taksiran pada UMKM Tempe Masenal di Magelang dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan biaya yang dilakukan pemilik usaha belum memperhitungkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik secara menyeluruh. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ilusi laba (profit illusion). HPP riil diketahui sebesar Rp766,6 per ons, sedangkan perhitungan pemilik hanya sebesar Rp555,5 per ons. Perbedaan tersebut membuat laba riil usaha lebih rendah dari perkiraan pemilik. Untuk menghadapi kenaikan harga kedelai, pemilik menerapkan strategi downsizing dengan memperkecil ukuran produk tanpa menaikkan harga jual.
Copyrights © 2026