Music video K-Pop telah berkembang dari sekadar media promosi menjadi medium narasi visual yang kompleks melalui integrasi berbagai mode komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi multimodal antara lirik, visual, dan musik membentuk konstruksi makna dalam music video “Hooligan” oleh BTS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis multimodal yang berfokus pada hubungan antara mode verbal, visual, dan audio-musikal. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap music video, transkripsi lirik, serta dokumentasi visual berupa frame capture yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotik untuk menginterpretasikan makna simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik membangun makna kekacauan, pelepasan kontrol, dan identitas kolektif melalui repetisi kata “hooligan” serta frasa-frasa ekspresif yang intens. Pada aspek visual, dominasi warna hitam dan merah, ruang industrial-distopia, penari bertopeng, serta koreografi agresif membentuk atmosfer tekanan, perlawanan, dan energi kelompok. Sementara itu, struktur musik dengan beat repetitif, bass yang kuat, dan dinamika ritmis berfungsi mengatur intensitas gerak tubuh, editing, dan pergerakan kamera. Interaksi ketiga mode tersebut menghasilkan perkembangan narasi dari kondisi individual yang tidak stabil menuju formasi kolektif yang sinkron dan terorganisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna dalam music video tidak dibentuk oleh satu elemen secara terpisah, melainkan melalui integrasi dinamis antara lirik, visual, dan musik sebagai sistem multimodal yang utuh. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multimodal dalam memahami konstruksi narasi visual pada media populer kontemporer.
Copyrights © 2026