ABSTRAKTekanan terhadap sumber daya hutan di Kabupaten Pinrang, khususnya di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa, terus meningkat akibat konversi lahan dan tekanan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat tentang hutan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi, dengan analisis tematik mengikuti model Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mencakup tiga dimensi utama, yaitu: (1) manfaat hutan bagi kehidupan sehari-hari sebagai penyedia air, kesuburan tanah, dan pelindung bencana; (2) hutan sebagai sumber konflik dan tekanan ekonomi akibat keterbatasan akses; serta (3) harapan terhadap dukungan pemerintah melalui perhutanan sosial, bibit, pemasaran hasil hutan bukan kayu, dan pendidikan lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan.
Copyrights © 2025