Kuda kepang merupakan wujud tarian tradisional Jawa yang kelestariannya terus terjaga. Bahkan di Singapura terdapat sebuah sanggar kuda kepang. Karena keberadaannya di luar Jawa tentu terdapat beberapa adaptasi baik dari segi gerakan dan iringannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud akulturasi musik yang terdapat pada iringan kuda kepang Tedja Timur yang ada di Singapura. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi langsung dan tidak langsung, serta wawancara langsung dengan ketua kelompok kesenian Tedja Timur yaitu Iswandiarjo. Sedangkan data sekunder berasal dari hasil penelitian berupa artikel atau buku yang relevan dengan kajian ini. Cara analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga alur yaitu kondensasi data, penyajian data, simpulan. Pengesahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya akulturasi dalam iringan kuda kepang Tedja Timur di Singapura. Akulturasi tersebut terdapat pada jenis instrumen yang digunakan yaitu perpaduan antara beberapa perangkat gamelan Jawa, jidur, kendang Sunda, snare dan cymbal. Akulturasi juga ditemukan pada komposisi garap musik dan vokal yaitu dengan memadukan berbagai instrumen namun tetap berpegang pada struktur tabuhan jaranan sentherewe yang berasal dari Tulungagung, namun syair vokalnya menggunakan bahasa Melayu.
Copyrights © 2026