Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia sehingga Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel makroekonomi, yaitu inflasi, Indeks Produksi Industri (IPI), dan Produk Domestik Bruto (PDB), terhadap pengumpulan zakat di Indonesia selama periode 2015–2024. Pendekatan kuantitatif menggunakan Model Koreksi Kesalahan Vektor (VECM) diterapkan pada data deret waktu triwulanan dari BPS dan BAZNAS. Hasil menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, IPI memiliki efek negatif yang signifikan dan PDB memiliki efek positif yang signifikan terhadap pengumpulan zakat, sedangkan inflasi tidak signifikan. Dalam jangka panjang, hanya IPI yang tetap memiliki efek negatif yang signifikan. Analisis FEVD mengungkapkan bahwa variabilitas dalam pengumpulan zakat terutama didorong oleh zakat itu sendiri (39,57%), diikuti oleh IPI (26,51%), inflasi (18,10%), dan PDB (15,82%). Uji kausalitas Granger mengonfirmasi adanya hubungan satu arah dari PDB ke pengumpulan zakat. Kesimpulannya, dinamika pengumpulan zakat lebih kuat dipengaruhi oleh kinerja sektor riil, khususnya produksi industri dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, strategi optimalisasi harus memprioritaskan penguatan kemitraan sektor korporasi dan pengembangan sistem pembayaran zakat berbasis gaji yang terintegrasi.
Copyrights © 2026