UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Menjadi salah satu pilar penting dalam mendukungpertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektorkuliner yang terus berkembang. Di Banjarmasin, salah satu makanan yang cukup banyak diminatiadalah nasi igut dan makanan tersebut banyakdijadikan para pelaku usaha mikro sebagai sumberpenghasilan utama, serta pelaku usaha kulinerseperti penjual nasi igut memiliki peran yang besardalam memenuhi konsumsi Masyarakat. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanapelaku UMKM nasi igut menerapkan pengelolaankeuangan secara sederhana, serta mengidentifikasitantangan yang mereka hadapi dalam mengelolakeuangan usaha secara mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifkuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu pelaku UMKM nasi igut di Kota Banjarmasin. Selama tujuh hari, data dikumpulkanmelalui hasil observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi pencatatan harian. Pencatatankeuangan meliputi pemasukan, pengeluaran, dan perhitungan laba sederhana. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pengelolaan keuangandilakukan secara manual dengan pencatatan harianmenggunakan buku tulis, tanpa sistem digital, dan belum ada pemisahan yang jelas antara keuanganpribadi dan keuangan usaha. Selain itu, tidakterdapat evaluasi keuangan mingguan atau bulananyang terstruktur. Meskipun demikian, pelaku usahamenunjukkan kesadaran akan pentingnyapencatatan keuangan dan mengakui perlunyapembelajaran lebih lanjut dalam manajemenkeuangan. Studi ini merekomendasikan adanyapelatihan manajemen keuangan sederhana berbasisdigital untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM kuliner lokal.
Copyrights © 2026