Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah, seperti buah-buahan dan umbi-umbian yang dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. Salah satu produk unggulan yang dikembangkan oleh masyarakat adalah jenang dodol. Namun, proses produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat masih menggunakan metode manual sehingga membutuhkan waktu produksi yang lama serta menghasilkan kualitas produk yang kurang konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas jenang dodol melalui penerapan mesin pengaduk berbasis sistem kontrol. Metode pelaksanaan meliputi pengidentifikasian kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin, pelatihan pengoperasian alat, serta pengevaluasian kinerja dan dampak ekonomi setelah implementasi teknologi. Mesin yang dikembangkan dirancang untuk mengotomatisasi proses pengadukan sehingga mampu menjaga kestabilan proses pemasakan dan homogenitas adonan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pengaduk berbasis sistem kontrol mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 40% serta efisiensi waktu dan tenaga kerja sebesar 25% dibandingkan metode konvensional. Selain itu, kualitas produk menjadi lebih seragam, baik dari segi tekstur maupun tingkat kematangan. Penerapan teknologi tepat guna ini memberikan kontribusi positif sehingga berpotensi memperluas akses pasar pada tingkat lokal maupun nasional.
Copyrights © 2026