This activity aims to analyze business opportunity of Croffle Stick as an innovative contemporary culinary product capable of increasing sales value and competitiveness in the modern food industry. Croffle Stick is development of the croffle, combination of croissant and waffle, which is now presented in a stick form to make it more practical, convenient to consume, and visually appealing. This innovation emerged as a response to the increasingly dynamic consumption trends of society, which demands products that aren’t only delicious but also efficient and aesthetic. This activity employs a qualitative descriptive method with approaches including market observation, consumer surveys, and production cost analysis to identify market potential, flavor preferences, packaging, and business feasibility from economic and marketing perspectives. Data were collected through observations of culinary trends on social media platforms such as Instagram and TikTok. The results show that Croffle Stick has promising business prospects because it combines the distinctive taste of European pastries with a modern and practical serving concept. Its crispy exterior and soft interior texture, along with various topping options such as chocolate, cheese, strawberry, and caramel, are the main attractions for young consumers. In addition, digital marketing strategies through social media proven effective in expanding market reach, increasing purchase interest, and strengthening the product’s brand image. Based on analysis, Croffle Stick is considered feasible to be developed as a contemporary culinary innovation that not only provides significant added value to sales but also holds strong potential as a sustainable business opportunity within Indonesia’s creative culinary industry. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peluang usaha Croffle Stick sebagai inovasi produk kuliner kekinian yang mampu meningkatkan nilai tambah penjualan serta daya saing di industri makanan modern. Croffle Stick merupakan hasil pengembangan dari croffle, yaitu perpaduan antara croissant dan waffle yang kini disajikan dalam bentuk stik agar lebih praktis, mudah dikonsumsi, dan menarik secara visual. Inovasi ini lahir sebagai respon terhadap tren konsumsi masyarakat yang semakin dinamis, menginginkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga efisien dan estetik. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi pasar, survei konsumen, dan analisis biaya produksi untuk mengidentifikasi potensi pasar, preferensi rasa, kemasan, serta kelayakan usaha dari sisi ekonomi dan pemasaran. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap tren kuliner di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Croffle Stick memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena menggabungkan cita rasa khas pastry Eropa dengan konsep penyajian yang modern dan mudah dikonsumsi. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, serta variasi topping seperti cokelat, keju, stroberi, dan karamel, menjadi daya tarik utama bagi konsumen muda. Selain itu, strategi pemasaran digital melalui media sosial terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan minat beli, dan memperkuat brand image produk. Berdasarkan hasil analisis, Croffle Stick dinilai layak dikembangkan sebagai inovasi kuliner kekinian yang tidak hanya memberikan nilai tambah signifikan terhadap penjualan, tetapi juga berpotensi menjadi peluang bisnis berkelanjutan di industri kuliner kreatif Indonesia.
Copyrights © 2025