Latar belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, terutama di daerah-daerah berkembang. Memahami faktor sosial ekonomi dan demografi dasar yang berkontribusi terhadap stunting dapat membantu dalam merancang intervensi secara efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sosioekonomi dasar dan stunting pada anak di Desa Pujo Basuki, Lampung Tengah, dengan fokus pada ukuran rumah tangga, pendapatan keluarga per bulan, pendidikan orang tua, usia orang tua, dan pekerjaan orang tua. Metode: Studi kasus-kontrol dilakukan dengan sampel 39 anak, termasuk 14 kasus (stunting) dan 25 kontrol (non-stunting). Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk penilaian normalitas. Analisis statistik, termasuk uji chi-square, uji Mann-Whitney U, uji t-independent dan regresi logistik biner, dilakukan untuk mengidentifikasi prediktor yang signifikan. Hasil: Ukuran rumah tangga dan pendapatan keluarga per bulan secara signifikan berhubungan dengan status stunting (p <0,05). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa ukuran rumah tangga (Exp(B) = 2,509, p = 0,161) menunjukkan kecenderungan potensial untuk meningkatkan peluang stunting, sementara variabel lain tidak menunjukkan efek yang signifikan. Temuan ini menyoroti peran struktur keluarga dan kondisi ekonomi dalam hasil stunting, dan menunjukkan bahwa intervensi yang menangani faktor-faktor ini dapat membantu mengurangi prevalensi stunting.
Copyrights © 2025