Nafsu makan rendah pada balita dapat berkontribusi terhadap asupan makan yang tidak adekuat dan gangguan pertumbuhan. Pijat Tuina merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang mengombinasikan tekanan lembut dan usapan pada titik meridian tertentu serta mulai banyak digunakan untuk mendukung penanganan masalah makan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat Tuina terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi eksperimen one-group pretest-posttest pada 30 balita usia 12-59 bulan yang mengalami masalah nafsu makan di posyandu. Intervensi pijat Tuina diberikan enam kali selama dua minggu oleh ibu yang telah dilatih dengan supervisi bidan. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan berat badan diukur menggunakan timbangan digital terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon. Rerata skor nafsu makan meningkat dari 5,47 ± 1,17 menjadi 8,03 ± 1,10 setelah intervensi (p < 0,001). Rerata berat badan meningkat dari 11,87 ± 1,61 kg menjadi 12,16 ± 1,62 kg (p < 0,001). Pijat Tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam pelayanan kebidanan dan kesehatan anak berbasis komunitas, disertai edukasi pemberian makan responsif dan gizi seimbang.
Copyrights © 2025