ABSTRACT Epigenetics is a mechanism of changes in gene expression without altering an individual’s basic DNA structure. Environmental factors such as culture, parenting patterns, traumatic experiences, and supernatural beliefs are thought to influence epigenetic processes that contribute to the emergence of mental disorders, including schizophrenia with hallucinatory symptoms. Social environments that reinforce certain supernatural beliefs may affect how individuals interpret psychological experiences, thereby potentially worsening mental health conditions. This study aims to determine the role of epigenetics in shaping the influence of culture and beliefs as epigenetic pro-modulators and contributing factors to the emergence of schizophrenia symptoms. The study employed a descriptive approach using case analysis of patients experiencing hallucinatory disorders. The research stages included identifying patients’ socio-cultural environmental histories, traumatic experiences, experiences of violence, and delays in medical treatment. The data were then analyzed to examine the relationship between environmental factors and the psychological conditions of the patients. The findings revealed that there were 9 cases of patients with hallucinatory disorders, all of whom had a history related to indigo environments (100%) and supernatural beliefs (100%). In addition, all patients had experienced severe traumatic stress (100%), while a history of violence was found in 66% of the cases. The study also identified delays in seeking treatment in 55% of patients due to the strong influence of certain cultural and belief systems in interpreting symptoms of mental disorders. These findings indicate that schizophrenia is a complex psychotic disorder influenced by interactions among genetic, epigenetic, environmental, and cultural factors. Therefore, a multidisciplinary approach involving clinical intervention, cultural education, and early detection is essential to support more comprehensive and sustainable schizophrenia management. ABSTRAK Epigenetika merupakan mekanisme perubahan ekspresi gen tanpa mengubah susunan DNA dasar seseorang. Faktor lingkungan seperti budaya, pola asuh, pengalaman traumatis, dan kepercayaan supranatural diduga dapat memengaruhi proses epigenetik yang berperan dalam munculnya gangguan mental, termasuk skizofrenia dengan gejala halusinasi. Lingkungan sosial yang memperkuat keyakinan supranatural tertentu dapat memengaruhi cara individu memaknai pengalaman psikologis sehingga berpotensi memperburuk kondisi gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran epigenetika dalam membentuk pengaruh budaya dan kepercayaan sebagai pro-modulator epigenetik serta faktor yang berkontribusi terhadap munculnya gejala skizofrenia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kasus terhadap pasien gangguan halusinasi. Tahapan penelitian dilakukan melalui identifikasi riwayat lingkungan sosial budaya pasien, pengalaman traumatis, kekerasan, serta keterlambatan penanganan medis. Data kemudian dianalisis untuk melihat keterkaitan antara faktor lingkungan dan kondisi psikologis pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 kasus pasien yang mengalami gangguan halusinasi dengan keseluruhan memiliki riwayat lingkungan indigo (100%) dan kepercayaan supranatural (100%). Selain itu, seluruh pasien memiliki pengalaman traumatis berupa stres berat (100%), sedangkan riwayat kekerasan ditemukan pada 66% kasus. Penelitian juga menemukan adanya keterlambatan berobat pada 55% pasien akibat kuatnya pengaruh budaya dan kepercayaan tertentu dalam memaknai gejala gangguan jiwa. Temuan ini menunjukkan bahwa skizofrenia merupakan gangguan psikotik kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik, epigenetik, lingkungan, dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multidisiplin yang mencakup intervensi klinis, edukasi budaya, serta deteksi dini untuk mendukung penanganan skizofrenia secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026