ABSTRACT Toddler development is an important process that needs to be monitored continuously to support the optimization of children’s motor, language, social, and independence skills. Limited maternal knowledge regarding early detection of developmental milestones often causes developmental delays in children to go unrecognized at an early stage, making health education essential as a promotive and preventive effort. This study aimed to analyze the effect of educational intervention on mothers’ knowledge regarding early detection of toddler development among children aged 36–47 months. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design approach. The population consisted of 94 mothers of toddlers, with 77 respondents selected using the simple random sampling technique. The intervention was conducted through health education using lecture methods supported by leaflets, PowerPoint presentations, and the Maternal and Child Health Handbook (Buku KIA). Data were collected using a Guttman scale questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using the Wilcoxon matched pairs test. The findings indicated an increase in maternal knowledge after the educational intervention, as shown by the rise in the proportion of respondents with good knowledge from 81% to 90%, while no respondents remained in the poor knowledge category after the intervention. Statistical analysis showed a p-value of 0.013 (<0.05), indicating that education significantly influenced mothers’ knowledge regarding early detection of toddler development. Health education can serve as an effective strategy to strengthen mothers’ involvement in independently and sustainably monitoring child development. ABSTRAK Perkembangan balita merupakan proses penting yang perlu dipantau secara berkelanjutan untuk mendukung optimalisasi kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian anak. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan menyebabkan keterlambatan perkembangan anak sering tidak dikenali sejak awal sehingga diperlukan edukasi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan balita usia 36–47 bulan. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 94 ibu balita dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah dengan media leaflet, powerpoint, dan Buku KIA. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Guttman yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched pairs test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu setelah pemberian edukasi, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 81% menjadi 90% dan tidak ditemukannya lagi kategori pengetahuan kurang setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,013 (<0,05) yang menandakan bahwa edukasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan balita. Edukasi kesehatan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat keterlibatan ibu dalam pemantauan perkembangan anak secara mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026