Kesesuaian teknis bangunan merupakan aspek penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya pada kawasan industri yang berkembang pesat. Pengendalian ini diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Kabupaten Bogor sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabekpunjur mengalami peningkatan pembangunan bangunan industri yang signifikan. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian pembangunan dengan ketentuan teknis seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), serta penyediaan ruang terbuka hijau, yang berpotensi menimbulkan penurunan kualitas lingkungan serta ketidakteraturan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan bangunan industri terhadap ketentuan teknis, menganalisis kesesuaian dengan regulasi tata ruang, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif, analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS), serta survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian bangunan industri belum memenuhi ketentuan teknis, terutama terkait pelampauan KDB, ketidaksesuaian siteplan, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Ketidaksesuaian ini berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, peningkatan risiko banjir, serta penurunan kenyamanan kawasan industri. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pengawasan, penerapan kebijakan insentif-disinsentif, serta pemanfaatan teknologi GIS merupakan strategi penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor.
Copyrights © 2026