Post Power Syndrome adalah kondisi dimana yang hilang nya sebuah kekuasaan pada diri seseorang hal ini biasanya terjadi pada lansia yang memasuki massa pensiun sehingga bisa mengakibatkan terjadinya stress di karenakan tidak mampu menghadapi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan religiusitas terhadap kesiapan mengatasi post power syndrome. Jenis penelitian deksriptif analitik dimana variabel independen dan variabel dependen diteliti secara bersamaan. Penelitian mulai Februari- April 2026 dengan jumlah populasi 35 orang. Pengambilan sampel mengunakan total sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Pengambilan data mengunakan kusioner dalam google form, data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan religiusitas dalam kesiapan mengatasi post power syndrome diperoleh pvalue (0.955)> ? (0.05). Ada hubungan dukungan sosial dalam kesiapan mengatasi post power syndrome diperoleh p-value (0.955)> ? (0.05). Diharapkan kepada responden agar lebih siap mengatasi kecenderungan post power syndrome saat memasuki masa pensiunnya dengan dukungan sosial dan religiuisitas sehingga responden dapat mengahadapi masa pensiunnya dengan baik dan tidak merasa hilang peran dan kekuasaan baik dikeluarga maupun di masyarakat atau lingkungan sekitar.
Copyrights © 2026