Estimasi biaya parametrik digunakan pada tahap awal perencanaan untuk memperkirakan kebutuhan dana berdasarkan karakteristik fisik dan standar biaya yang berlaku, tetapi sering kali terdapat perbedaan yang cukup besar dengan jumlah dana yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata sekitar -46,84% antara estimasi biaya berdasarkan parameter dan biaya yang sesungguhnya terjadi dalam proyek. Parameter yang paling mempengaruhi tingkat keakuratan dalam estimasi adalah cara pengelompokan jenis bangunan gedung negara, jenis bangunan itu sendiri, serta ukuran luas bangunan tersebut. Penelitian menyarankan pengembangan model estimasi parametrik yang lebih adaptif tergantung pada kondisi lokal, serta pentingnya melakukan survei harga pasar secara berkala agar dapat meningkatkan tingkat akurasi dalam perencanaan anggaran proyek pembangunan gedung pemerintah.
Copyrights © 2026