Tingginya penetrasi internet di kalangan remaja seringkali tidak sejalan dengan literasi digital yang memadai. Hal ini memicu rentannya penyebaran hoaks, oversharing, dan cyberbullying di media sosial. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sukoharjo terkait etika bermedia sosial secara cerdas dan bijak. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui metode penyuluhan tatap muka yang interaktif, serta kampanye visual berupa pemasangan poster edukatif di lingkungan sekolah. Pengukuran efektivitas program dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai batasan privasi, cara mengidentifikasi berita palsu, dan etika komunikasi siber. Peningkatan tersebut dibuktikan oleh kenaikan nilai rata-rata peserta dari 70,67 pada saat pre-test menjadi 85,04 pada evaluasi post-test. Kesimpulannya, intervensi edukasi literasi digital ini terbukti efektif dalam membekali remaja dengan keterampilan proteksi diri di dunia maya, sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang cerdas dan berintegritas di era digital.
Copyrights © 2026