UMKM laundry menghadapi tantangan dalam menentukan harga pokok produksi yang akurat karena metode tradisional cenderung mendistorsi biaya, terutama ketika perusahaan menawarkan beragam jenis layanan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Activity Based Costing (ABC) dan mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah guna mengoptimalkan profitabilitas UMKM khususnya jasa Laundry. Melalui analisis data produksi, hasil menunjukkan bahwa metode tradisional menyebabkan undercosting pada layanan Cuci Komplit (20,1%) dan overcosting pada Cuci Kering Lipat (12,6%) serta Setrika Saja (38,9%). Penerapan ABC berhasil mengungkap biaya riil per kilogram: Cuci Komplit Rp3.684, Cuci Kering Lipat Rp2.679, dan Setrika Saja Rp1.875. Selain itu, teridentifikasi bahwa aktivitas mekanisasi (cuci dan pengering) menyerap biaya overhead tertinggi (Rp1.723.934 atau 65,8% dari total overhead), sehingga menjadi target utama efisiensi. Kegiatan PKM ini merekomendasikan penyesuaian harga jual berbasis ABC dan optimalisasi aktivitas mekanisasi untuk meningkatkan profitabilitas hingga 38% pada layanan tertentu.
Copyrights © 2026