Sebagian besar pondok pesantren di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus yayasan dan pengelola keuangan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Nurussunnah Bulukumba mengenai pelaporan keuangan berbasis Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 335 sebagai upaya mewujudkan tata kelola pesantren yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi setengah hari yang diikuti oleh 30 peserta, bertempat di Ruang Pertemuan Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Community Development, dengan menekankan keterlibatan aktif peserta melalui sesi pemaparan materi dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ISAK 335, urgensi laporan keuangan bagi pesantren, klasifikasi aset neto, serta lima komponen laporan keuangan entitas non-laba. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya laporan keuangan yang terstandar, serta munculnya kesadaran baru bahwa akuntabilitas keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan amanah lembaga. Kegiatan ini memperkuat tata kelola kelembagaan pesantren dan membuktikan efektivitas pendekatan PAR dalam mendorong perubahan kapasitas dan kesadaran pengelolaan keuangan lembaga non-laba berbasis komunitas.
Copyrights © 2026