Penelitian ini membahas bagaimana media berita menyuguhkan pemberitaan kepada pembaca mengenai skandal K-Pop. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana yang dikemukakan oleh fairclough, kemudian mengungkapkan pola bahasa, strategi wacana, serta pengaruh sosial budaya dalam proses produksi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan skandal K-Pop cenderung bersifat sensasional, mengutamakan drama emosional, dan lebih banyak mengutip sumber sekunder seperti media Korea atau respons warganet. Pemberitaan tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga membentuk persepsi publik tentang artis yang terlibat.
Copyrights © 2026