Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan eksistensi kearifan lokal Situs Rasau Buntu dalam melestarikan ekosistem sungai di Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori Komunikasi Ekologis yang menekankan keterkaitan antara manusia, budaya, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Rasau Buntu masih terjaga dan berperan penting dalam perlindungan ekosistem sungai. Nilai-nilai budaya seperti larangan merusak tanaman rasau, tidak membuang limbah ke sungai, serta penerapan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan menjadi pedoman sosial yang dipatuhi masyarakat. Proses komunikasi ekologis berlangsung melalui cerita rakyat, nasihat orang tua, ritual adat, kegiatan gotong royong, serta sosialisasi oleh pemerintah desa dan tokoh adat. Kearifan lokal tersebut berkontribusi dalam menjaga kualitas air, kelestarian vegetasi rasau, dan keberlanjutan biota sungai sehingga keseimbangan ekosistem tetap terpelihara. Dengan demikian, kearifan lokal Rasau Buntu berfungsi sebagai strategi pelestarian lingkungan yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026