Latar belakang : Mahasiswi tingkat akhir sering mengalami stres akademik selama proses penyusunan skripsi. Stres ini bisa berdampak pada kualitas tidur, salah satunya berupa insomnia. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan tingkat insomnia pada mahasiswi tingkat 4. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah 26 mahasiswi tingkat 4 di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 1 Jember. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur stres dan Insomnia Severity Index (ISI) untuk mengukur insomnia. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 14 sebanyak 14 responden (54%) mengalami stres sedang (54%) dan insomnia ringan ringan sebanyak 15 responden (58%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,019 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stres dan tingkat insomnia, dengan besar hubungan 0,456 (456%).Kesimpulan: Tingkat stres pada mahasiswa akhir saat mengerjakan skripsi dapet mempengaruhi tingkat insomnia. Saran: mahasiswa khususnya tingkat akhir diharapkan dapat mengelola diri dan stres akademik secara baik dan benar agar dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi tepat waktu dan tidak menyebabkan insomnia yang dapat menurukan kualitas belajar.
Copyrights © 2026