Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026

Kinerja Instalasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpusat Komunal di Area Urban

Mohamad Rangga Sururi (Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. Khp Hasan Mustopa No.23, Neglasari, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40124|Institut Teknologi Nasional)
Mochammad Reihan Dastin Ramadhan (Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. Khp Hasan Mustopa No.23, Neglasari, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40124|Institut Teknologi Nasional)
Fakhri Jannatan Harits Sungkar (Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. Khp Hasan Mustopa No.23, Neglasari, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40124|Institut Teknologi Nasional)
Etih Hartati (Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. Khp Hasan Mustopa No.23, Neglasari, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40124|Institut Teknologi Nasional)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada dua SPALDT komunal, yaitu Balumbang Kulon dan Balumbang Wetan di Kota Cimahi. Balumbang Kulon melayani 56 sambungan rumah (SR) dan 1 sekolah, sedangkan Balumbang Wetan melayani 72 SR, menggunakan jaringan pipa PVC berdiameter 150 mm dan IPAL sistem anaerobik aerobik. Penelitian mencakup evaluasi parameter hidrolis jaringan (kecepatan aliran, debit, dan tinggi muka air dalam pipa) serta analisis kualitas efluen yang dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Menteri LHK Nomor 68 Tahun 2016. Parameter yang dianalisis meliputi pH, TSS, amonia, BOD, COD, minyak dan lemak, serta total coliform. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan aliran maksimum terjadi pada pagi hari, yaitu 0,45 m/detik di Balumbang Kulon dan 0,61 m/detik di Balumbang Wetan, dengan faktor puncak masing-masing 6,97 dan 5,02. Tinggi aliran dalam pipa mencapai kedalaman berenang (5 cm) hanya pada jam puncak, mengindikasikan diameter pipa relatif lebih besar dari kebutuhan aktual. Dari sisi kualitas efluen, meskipun pH memenuhi baku mutu, sebagian besar parameter pencemar utama masih melebihi standar yang berlaku. Secara keseluruhan, IPAL anaerobik–aerobik yang digunakan belum mampu menghasilkan efluen yang memenuhi baku mutu air limbah domestik secara menyeluruh.

Copyrights © 2026