UMKM H & R Junrejo merupakan usaha mikro yang memproduksi kerupuk singkong sebagai salah satu produk pangan lokal di Kota Batu. Meskipun memiliki prospek pasar yang menjanjikan, UMKM ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan bahan baku. Ketidakstabilan pasokan singkong, terutama pada periode permintaan tinggi, sering menghambat proses produksi. Sistem persediaan yang masih bersifat konvensional tanpa pendekatan manajerial menyebabkan kekurangan bahan baku, pemborosan biaya, serta risiko kehabisan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku singkong serta penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada UMKM H & R. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi kegiatan operasional selama satu tahun. Analisis data dilakukan menggunakan metode EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis berdasarkan metode EOQ sebesar 5.407 kg per pemesanan dengan frekuensi 13 kali per tahun. Sementara itu, praktik aktual menunjukkan rata-rata pemesanan sebesar 1.620 kg dengan frekuensi 41 kali per tahun. Penelitian ini merekomendasikan penetapan safety stock sebesar 338 kg dan reorder point sebesar 561 kg untuk menjaga kelancaran proses produksi. Total biaya persediaan aktual sebesar Rp2.458.009 per tahun, sedangkan total biaya persediaan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp1.351.652, sehingga diperoleh efisiensi biaya sebesar Rp1.106.357 atau 45,02%.
Copyrights © 2026