Jeruk adalah komoditas utama di Desa Tekarang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi jeruk mengalami penurunan akibat serangan penyakit seperti lalat buah, kutu loncat, diplodia basah, dan kering, yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kerugian bagi petani. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jeruk menggunakan metode Certainty Factor untuk membantu Dinas Pertanian dalam mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala yang terdeteksi. Certainty Factor digunakan untuk mengukur tingkat keyakinan diagnosis guna meningkatkan akurasi hasil. Uji coba menunjukkan akurasi sistem sebesar 78,57% dibandingkan dengan diagnosis pakar. Sistem ini diharapkan dapat menjadi alat bantu efektif bagi petani dan pihak terkait dalam mengenali penyakit jeruk dan mengambil langkah pengendalian yang tepat.
Copyrights © 2026