Pengalihan fungsi lahan sawah di wilayah peri-urban merupakan fenomena yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kawasan pedesaan menjadi perkotaan dan pembangunan infrastruktur pendukungnya. Kondisi ini mengecewakan mengecewakan penghidupan petani yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemiskinan penghidupan petani pasca alih fungsi lahan serta mengidentifikasi strategi penghidupannya dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan sampel sebanyak 85 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan penghidupan petani berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 55,65% serta strategi penghidupan petani yang didominasi oleh strategi konsolidasi yang mencerminkan upaya petani dalam mempertahankan stabilitas ekonomi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pasca fungsi lahan.
Copyrights © 2026