Lobi sebagai ruang transisi dalam bangunan memainkan fungsi umum yang sangat penting dalam mengatur jalur pergerakan pengunjung serta melindungi privasi dalam kegiatan pelayanan. Namun, kondisi lobi di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung masih menghadapi beberapa masalah, termasuk pola sirkulasi yang belum tertata dengan baik, batasan yang tidak cukup jelas antara zona publik dan semi-publik, serta tingkat privasi visual dan akustik yang belum memadai. Masalah-masalah ini dapat mengurangi kualitas kenyamanan dan efektivitas ruang dalam mendukung kegiatan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karya kreatif berupa desain partisi interior yang dapat menjadi solusi terhadap masalah yang ada. Bahan corrugated cardboard dipilih karena memiliki karakteristik yang ringan, mudah untuk dibentuk, biaya yang terjangkau, dan ramah lingkungan, sehingga selaras dengan prinsip desain yang berkelanjutan. Pemilihan materi ini juga didorong oleh keinginan pihak Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung untuk menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dalam pengembangan interior ruang publik. Selain itu, material ini juga memiliki potensi estetika yang tinggi serta penerapan sistem modular. Metode yang diterapkan meliputi observasi di lapangan, analisis kebutuhan ruang serta pola sirkulasi, studi literatur mengenai material dan desain interior, serta proses perancangan yang menghasilkan model tiga dimensi dan gambar teknis. Hasil dari perancangan tersebut berupa konsep penataan ruang lobi dan sistem partisi modular yang mampu mengarahkan sirkulasi pengunjung dengan cara yang lebih teratur, sekaligus meningkatkan kualitas privasi visual dan akustik.
Copyrights © 2026