Pemakaman keluarga di Desa Loksuga, Kabupaten Hulu Sungai Utara, merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi lokal namun menghadapi kendala lingkungan yang serius. Permasalahan utama terletak pada kondisi tapak yang berada di ekosistem lahan basah dengan fluktuasi air tinggi, yang selama ini tidak terkelola sehingga menyebabkan kerusakan fisik material dan penurunan kualitas estetika. Kondisi yang terbengkalai ini memperkuat stigma negatif sebagai kawasan yang kumuh dan menyeramkan, sehingga mengurangi kenyamanan psikologis bagi keluarga peziarah maupun masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain lanskap pemakaman keluarga dengan pendekatan biofilik guna menciptakan ruang memorial yang tenang dan adaptif secara ekologis. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui pemilihan purposif tiga lokasi pemakaman, dengan data yang dikumpulkan dari observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis menggunakan kerangka kerja 14 Pola Desain Biofilik. Temuan menunjukkan bahwa penerapan pola koneksi material dengan alam, kehadiran air yang terkontrol, serta zonasi prospect-refuge menghasilkan desain lanskap yang mampu beradaptasi dengan karakter lahan basah serta meningkatkan kualitas visual tapak. Penggunaan material lokal dan sistem panggung (elevated boardwalk) secara efektif mengatasi kendala fisik lahan basah pasang surut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan biofilik terbukti sangat efektif dalam mengembangkan lanskap pemakaman keluarga yang selaras dengan karakter lingkungan. Melalui pendekatan ini, citra pemakaman yang sebelumnya terkesan "suram" berhasil ditransformasi menjadi ruang hijau yang tenang dan sesuai dengan identitas ekologis serta budaya wilayah lahan basah.
Copyrights © 2026