SLB Negeri Cileunyi merupakan sekolah luar biasa yang melayani siswa berkebutuhan khusus, seperti tunadaksa, autisme, tunagrahita, tunanetra dan tunarungu, sehingga memerlukan fasilitas dan lingkungan belajar yang adaptif dan inklusif. Keberagaman karakteristik peserta didik tersebut menuntut penyediaan sarana pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan fisik, sensorik, maupun kognitif secara menyeluruh. Lingkungan fisik sekolah berperan penting dalam mendukung kenyamanan dan efektivitas pembelajaran siswa, karena penyediaan fasilitas yang sesuai dapat mempengaruhi konsentrasi, interaksi, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyediaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan setiap kelompok belajar dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga mencakup ruang terapi, ruang keterampilan, alat bantu mobilitas, dan lingkungan ramah. Fasilitas yang tersedia telah mampu menunjang kenyamanan siswa berkebutuhan khusus, meskipun masih memerlukan pengembangan untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan setiap jenis hambatan.
Copyrights © 2026