Indonesia menghadapi masalah serius dalam pengelolaan sampah, termasuk dari sektor kosmetik yang berkembang pesat dengan penggunaan kemasan yang tidak ramah lingkungan. Kondisi ini memperparah beban lingkungan sekaligus mendorong konsumen untuk lebih memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perilaku pembelian mereka. PT Paragon Technology and Innovation, sebagai salah satu produsen kosmetik halal terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk menjawab tantangan tersebut melalui produk yang ramah lingkungan dan program tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh norma subjektif, sikap pembelian hijau, pengetahuan lingkungan, dan religiusitas terhadap perilaku pembelian hijau konsumen produk kosmetik halal PT Paragon. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis SEM-PLS, menggunakan data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada 140 konsumen produk kosmetik halal PT Paragon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif dan sikap pembelian hijau berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian hijau, sedangkan pengetahuan lingkungan dan religiusitas tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya strategi komunikasi keberlanjutan dan penguatan citra produk kosmetik halal untuk memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut di masa mendatang.
Copyrights © 2026