Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Taxi "Green SM" di Indonesia yang mengalami eskalasi krisis reputasi instan akibat viralitas negatif di media digital segera setelah fase peluncurannya. Rentetan insiden operasional yang terekam kamera warga dan menjadi viral menciptakan tekanan publik yang masif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme media massa dan publik digital dalam mengonstruksi krisis pada layanan transportasi baru dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap 30 artikel jurnal ilmiah bereputasi yang berkaitan dengan tema komunikasi krisis, ekologi media baru, dan strategi framing media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis pada layanan transportasi baru dikonstruksi melalui narasi ketidakmampuan sistemik sebagai dampak langsung dari ketiadaan reputational buffer atau tabungan reputasi pada merek baru. Simpulan penelitian menegaskan bahwa viralitas negatif di platform media sosial menciptakan krisis legitimasi akut yang sulit dipulihkan hanya melalui saluran klarifikasi tradisional atau humas konvensional. Konstruksi krisis digital ini bersifat acak, menyebar luas tanpa pusat kendali, serta saling mengaitkan antar-insiden secara otomatis dalam jaringan algoritma. Oleh karena itu, disarankan bagi perusahaan transportasi baru untuk mengintegrasikan sistem pemantauan digital real-time serta mengadopsi strategi transparansi radikal sejak hari pertama fase introduksi merek guna memitigasi risiko social media firestorm yang dapat menghancurkan kredibilitas organisasi secara instan di mata masyarakat luas.
Copyrights © 2026