Kulit pisang kepok sebagai limbah pertanian mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai media alternatif untuk membiakkan Trichoderma brevicompactum, yaitu bahan formulasi pengontrol hayati Fusarium sp., dan peningkat pertumbuhan benih cabai. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak kulit pisang kepok sebagai media tumbuh T. brevicompactum, efektivitas formulasi antagonisnya terhadap Fusarium sp. secara in vitro, dan pengaruhnya pada perkecambahan benih cabai yang terinfeksi. Penelitian dilakukan pada April-Juli 2025 di Laboratorium Agen Hayati Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo menggunakan rencana acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi sifat fisik-kimia, kerapatan spora, berat berangkasan miselium, daya hambat terhadap Fusarium sp., daya berkecambah, dan indeks vigor benih cabai. Data dianalisis dengan uji t-Test, anova, dan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok dan Potato dextrose Broth (PDB) standar mendukung pertumbuhan T. brevicompactum dengan kerapatan spora mencapai 1.1×10⁹ spora/ml, sehingga memiliki potensi sebagai media cair yang ekonomis dan ramah lingkungan. Formulasi ini mampu menghambat pertumbuhan Fusarium sp. hingga 25.11%, meningkatkan viabilitas benih cabai dengan daya berkecambah 96.7% dan indeks vigor 83.3-97.0%.
Copyrights © 2026