Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting yang bernilai ekonomi tinggi. Produksi bawang merah mengalami penurunan. Upaya untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan memanfaatkan zat pengatur tumbuh (paclobutrazol) dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dan faktor kedua adalah jarak tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan konsentrasi paclobutrazol dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman dan jumlah daun/rumpun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/rumpun, bobot umbi/1.69 m², bobot umbi/hektar, dan jumlah umbi/rumpun. Konsentrasi paclobutrazol 150 ppm dengan jarak tanam 20x20 cm cenderung memberikan hasil tertinggi pada parameter panjang tanaman dan jumlah daun/rumpun, sedangkan jarak tanam yang lebih rapat meningkatkan produksi umbi/hektar.
Copyrights © 2026