Permasalahan pemupukan pada kelapa sawit umumnya disebabkan oleh variasi kebutuhan hara yang dipengaruhi oleh jenis tanah, varietas, dan umur tanaman. Idealnya pemupukan dilakukan secara spesifik lokasi, tetapi keterbatasan sumber daya dan kapasitas petani menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan pupuk berdasarkan status hara makro tanah pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Labuhan Batu. Penelitian dilaksanakan melalui metode survei dengan observasi lapangan dan pengambilan sampel tanah secara purposive sampling. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Universitas Sumatera Utara pada Januari hingga September 2024. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total, Mg, dan Ca. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kandungan unsur hara antar desa. Desa Pangkatan memiliki kandungan N, P, dan K yang relatif lebih tinggi dibandingkan desa lainnya, sedangkan Desa Tebing Lingga Lama dan Kampung Padang menunjukkan kandungan hara yang lebih rendah. Sementara itu, kandungan Ca dan Mg relatif seragam, yang mengindikasikan kondisi kejenuhan basa yang tidak berbeda nyata antar lokasi. Variasi kandungan N, P, dan K mencerminkan perbedaan status kesuburan tanah dan potensi ketersediaan hara bagi tanaman kelapa sawit di setiap lokasi. Berdasarkan hasil tersebut, pengelolaan hara pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Labuhan Batu sebaiknya menerapkan pendekatan spesifik lokasi, seperti metode Muhali, untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan keberlanjutan pengelolaan tanah.
Copyrights © 2026